Niat ngerjain tugas sih emang ada tapi actionnya itu lho yg sulit.. Setelah ingat kata ortu, "Selesaiin dulu tugasnya baru kamu bisa main" akhirnya saya berusaha untuk action mengerjakan tugas blog ini..Baiklah... pada post kali ini kita akan ngebahas mata kuliah saya yang ke-5 yaitu sistem digital, apa itu sistem digital? Sistem Digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrip berupa digit-digit atau angka-angka, contohnya bilangan integer dan pecahan..
Ya udah.. kita simak pembahasannya lebih lanjut berikut ini.. Cekidaut..
Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu (continous varying).
Digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner) untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Signal tersebut disebut sebuah bit.
Beberapa keuntungan sistem digital dibandingkan dengan sistem analog adalah:
-kemampuan mereproduksi sinyal yang lebih baik dan akurat
-mempunyai reliabilitas yang lebih baik (noise lebih rendah akibat imunitas yang lebih baik)
-mudah didisain, tidak memerlukan kemampuan matematika khusus untuk memvisualisasikan sifat-sifat rangkaian digital yang sederhana
-fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik
-kemampuan pemrograman yang lebih mudah
-Ekonomis jika dilihat dari segi biaya IC yang akan menjadi rendah akibat pengulangan dan produksi massal dari integrasi jutaan elemen logika digital pada sebuah chip miniatur tunggal.
Sistem digital menggunakan kombinasi-kombinasi biner BENAR & SALAH untuk menyerupai cara ketika menyelesaikan masalah sehingga disebut juga logika-logika kombinasional. Dengan sistem digital dapat digunakan langkah-langkah berpikir logis atau keputusan-keputusan masa lalu (memori) untuk menyelesaikan masalah sehingga biasa disebut logika-logika sekuensial (terurut).
Fungsi digital dapat direpresentasikan dengan beberapa cara yaitu :
�� Tabel kebenaran (truth table) menyediakan suatu daftar setiap kombinasi yang mungkin dari masukan-masukan biner pada sebuah rangkaian digital dan keluaran-keluaran yang terkait.
�� Ekspresi-ekspresi Boolean mengekspresikan logika pada sebuah format fungsional.
�� Diagram gerbang logika (logic gate diagrams)
�� Diagrams penempatan bagian (parts placement diagrams)
�� High level description language (HDL)
Sistem Bilangan dan Pengkodean
�� Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki basis 10
Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 ( r = 10 )
�� Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang memiliki basis 2
Bilangan tersebut adalah 0 dan 1 ( r = 2 )
�� Bilangan Oktal
Bilangan oktal adalah bilangan yang memiliki basis 8
Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 ( r = 8 )
�� Bilangan Heksadesimal
Bilangan Heksadesimal adalah bilangan yang memiliki basis 16
Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F ( r = 16 )
Konversi Bilangan
1. Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 2, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan biner dari nilai desimal.
2. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Desimal
Setiap urutan nilai bilangan biner dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai biner tersebut dikalikan dengan bobot bilangan biner masing-masing.
3. Konversi Bilangan Desilmal ke Bilangan Oktal
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 8, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan oktal dari nilai desimal.
4. Konversi Bilangan Oktal ke Bilangan Desimal
Setiap urutan nilai bilangan oktal dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai oktal tersebut dikalikan dengan bobot bilangan oktal masing-masing.
5. Konversi Bilanagan Desimal ke Bilanagn Heksadesimal
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 16, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan Heksadesimal dari nilai desimal.
6. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Bilanagn Desimal
Setiap urutan nilai bilangan Heksa dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai heksa dikalikan dengan bobot bilangan heksadesimal masing-masing.
7. Konversi Bilangan Oktal ke Bilangan Biner
Setiap digit bilangan oktal dapat direpresentasikan ke dalam 3 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan oktal diubah secara terpisah.
8. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Oktal
Pengelompokan setiap tiga digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB. Setiap kelompok akan menandakan nilai oktal dari bilangan tersebut.
9. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Bilangan Biner
Setiap digit bilangan Heksa dapat direpresentasikan ke dalam 4 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan heksa diubah secara terpisah.
10. Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal
Pengelompokan setiap empat digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB. Setiap kelompok akan menandakan nilai heksa dari bilangan tersebut.
Bilangan Biner Pecahan
�� Konversi bilangan decimal pecahan ke dalam bilangan biner
Contoh : Ubahlah bilangan biner 0,625 ke dalam bilangan biner
Jawab:
0,625 x 2 = 1,25 bagian bulat = 1 (MSB), sisa = 0,25
0,25 x 2 = 0,5 bagian bulat = 0, sisa = 0,5
0,5 x 2 = 1,0 bagian bulat = 1 (LSB), sisa = 0
0,625 = 0,101
Konversi bilangan biner pecahan ke dalam bilangan decimal
Contoh : Ubahlah bilangan biner 0,101 ke dalam bilangan decimal
Jawab:
(1x2-1) + (0x2-2) + (1x2-3) =
(1x0,5) + (0x0,25) + (1x0,125) =
0,5 + 0 + 0,125 = 0,625
0,101 = 0,625
Bilangan BCD (Binary Coded Decimal)
Bilangan BCD mengungkapkan bahwa setiap digit desimal sebagai sebuah nibble. Nibble adalah string dari 4 bit.
Contoh1 : Tentukan bilangan BCD dari bilangan decimal 2954
Jawab :
2 95 4
0010 10010101 0100
Jadi, bilangan desimal 2954 adalah0010 1001 0101 0100 BCD
Contoh2 : Tentukan bilangan desimal dari bilangan BCD
101001110010111
Jawab:
0101 0011 1001 0111
5 3 9 7
Jadi, bilangan BCD 101001110010111 adalah 5397 desimal.
Penjumlahan Biner
Aturan dasar penjumlahan bilangan biner
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 0 = 1
1 + 1 = 0, simpan 1
Contoh :
Jumlahkan bilangan biner 11001 dengan 11011
Jawab:
11001
+ 11011
110100
Jadi, hasil penjumlahan 11001 dengan 11011 adalah 110100
Pengurangan Biner
Aturan dasar pengurangan bilangan biner
0 –0 = 0
1 –0 = 1
1 –1 = 0
0 –1 = 1, pinjam 1
Contoh : Kurangkan bilangan biner 1111 dengan 0101
Jawab :
1111
0101 -
1010
Jadi, hasil pengurangan 1111 dengan 0101 adalah 1010
Kode Gray
Kode Gray biasanya dipakai pada mechanical encoder. Misalnya pada telegraf.
1. Konversi Biner ke Kode Gray
Terdapat beberapa langkah :
a. Tulis kebawah bilangan biner
b. MSB bilangan biner adalah MSB kode gray
c. Jumlahkan (dengan menggunakan modulo2) bit pertama bilangan biner dengan bit kedua, hasilnya adalah bit kedua kode gray.
d. Ulangi langkah c untuk bit-bit selanjutnya
Contoh : Ubahlah bilangan biner 1001001 kedalam kode gray
Jawab :
Biner Gray Keterangan
1001001
1001001 1 MSB Biner= MSB Gray
1001001 111 modulo2 0 = 1
1001001 1100 modulo2 0 = 0
1001001 11010 modulo2 1 = 1
1001001 110111 modulo2 0 = 1
1001001 1101100 modulo2 0 = 0
1001001 11011010 modulo2 1 = 1
Jadi kode gray dari bilangan biner 1001001 adalah 1101101
Kode Excess-3
Kode excess-3 didapat dengan menjumlahkan nilai desimal dengan 3, selanjutnya diubah ke dalam bilangan biner.
Desimal Biner Excess-3
0 0000 0011
1 0001 0100
2 0010 0101
3 0011 0110
4 0100 0111
5 0101 1000
6 0110 1001
7 0111 1010
8 1000 1011
9 1001 1100
Gerbang Logika
Ada beberapa rangkaian dasar dari logika digital, yaitu gerbang logika. Gerbang logika adalah suatu rangkaian logika dengan suatu keluaran dan satu atau 2 dan juga lebih masukkan. sinyal keluaran hanya terjadi untuk kombinasi-kombinasi sinyal masukkan tertentu.
Gerbang logika dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
- Gerbang logika dasar seperti AND, OR, NOT

- Gerbang Logika Turunan seperti NAND, NOR, X-OR, X NOR

Akhirnya selesai juga ya? Nah..Sekian dulu ya untuk pos kali ini.. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian... Dan semoga kita bisa lebih mengenal apa itu Sistem digital...
Vivat TC!! Vivat ITS!! ^.^
Sumber :
http://bayuzu.blogspot.com/2011/01/pengertian-sistem-digital.html
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/computer-system-s1/sistem-digital
http://ummufaridah.blogspot.com/2010/04/perbedaan-sistem-analog-dan-digital.html
-kemampuan mereproduksi sinyal yang lebih baik dan akurat
-mempunyai reliabilitas yang lebih baik (noise lebih rendah akibat imunitas yang lebih baik)
-mudah didisain, tidak memerlukan kemampuan matematika khusus untuk memvisualisasikan sifat-sifat rangkaian digital yang sederhana
-fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik
-kemampuan pemrograman yang lebih mudah
-Ekonomis jika dilihat dari segi biaya IC yang akan menjadi rendah akibat pengulangan dan produksi massal dari integrasi jutaan elemen logika digital pada sebuah chip miniatur tunggal.
Sistem digital menggunakan kombinasi-kombinasi biner BENAR & SALAH untuk menyerupai cara ketika menyelesaikan masalah sehingga disebut juga logika-logika kombinasional. Dengan sistem digital dapat digunakan langkah-langkah berpikir logis atau keputusan-keputusan masa lalu (memori) untuk menyelesaikan masalah sehingga biasa disebut logika-logika sekuensial (terurut).
Fungsi digital dapat direpresentasikan dengan beberapa cara yaitu :
�� Tabel kebenaran (truth table) menyediakan suatu daftar setiap kombinasi yang mungkin dari masukan-masukan biner pada sebuah rangkaian digital dan keluaran-keluaran yang terkait.
�� Ekspresi-ekspresi Boolean mengekspresikan logika pada sebuah format fungsional.
�� Diagram gerbang logika (logic gate diagrams)
�� Diagrams penempatan bagian (parts placement diagrams)
�� High level description language (HDL)
Sistem Bilangan dan Pengkodean
�� Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki basis 10
Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 ( r = 10 )
�� Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang memiliki basis 2
Bilangan tersebut adalah 0 dan 1 ( r = 2 )
�� Bilangan Oktal
Bilangan oktal adalah bilangan yang memiliki basis 8
Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 ( r = 8 )
�� Bilangan Heksadesimal
Bilangan Heksadesimal adalah bilangan yang memiliki basis 16
Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F ( r = 16 )
Konversi Bilangan
1. Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 2, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan biner dari nilai desimal.
2. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Desimal
Setiap urutan nilai bilangan biner dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai biner tersebut dikalikan dengan bobot bilangan biner masing-masing.
3. Konversi Bilangan Desilmal ke Bilangan Oktal
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 8, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan oktal dari nilai desimal.
4. Konversi Bilangan Oktal ke Bilangan Desimal
Setiap urutan nilai bilangan oktal dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai oktal tersebut dikalikan dengan bobot bilangan oktal masing-masing.
5. Konversi Bilanagan Desimal ke Bilanagn Heksadesimal
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 16, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan Heksadesimal dari nilai desimal.
6. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Bilanagn Desimal
Setiap urutan nilai bilangan Heksa dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai heksa dikalikan dengan bobot bilangan heksadesimal masing-masing.
7. Konversi Bilangan Oktal ke Bilangan Biner
Setiap digit bilangan oktal dapat direpresentasikan ke dalam 3 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan oktal diubah secara terpisah.
8. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Oktal
Pengelompokan setiap tiga digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB. Setiap kelompok akan menandakan nilai oktal dari bilangan tersebut.
9. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Bilangan Biner
Setiap digit bilangan Heksa dapat direpresentasikan ke dalam 4 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan heksa diubah secara terpisah.
10. Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal
Pengelompokan setiap empat digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB. Setiap kelompok akan menandakan nilai heksa dari bilangan tersebut.
Bilangan Biner Pecahan
�� Konversi bilangan decimal pecahan ke dalam bilangan biner
Contoh : Ubahlah bilangan biner 0,625 ke dalam bilangan biner
Jawab:
0,625 x 2 = 1,25 bagian bulat = 1 (MSB), sisa = 0,25
0,25 x 2 = 0,5 bagian bulat = 0, sisa = 0,5
0,5 x 2 = 1,0 bagian bulat = 1 (LSB), sisa = 0
0,625 = 0,101
Konversi bilangan biner pecahan ke dalam bilangan decimal
Contoh : Ubahlah bilangan biner 0,101 ke dalam bilangan decimal
Jawab:
(1x2-1) + (0x2-2) + (1x2-3) =
(1x0,5) + (0x0,25) + (1x0,125) =
0,5 + 0 + 0,125 = 0,625
0,101 = 0,625
Bilangan BCD (Binary Coded Decimal)
Bilangan BCD mengungkapkan bahwa setiap digit desimal sebagai sebuah nibble. Nibble adalah string dari 4 bit.
Contoh1 : Tentukan bilangan BCD dari bilangan decimal 2954
Jawab :
2 95 4
0010 10010101 0100
Jadi, bilangan desimal 2954 adalah0010 1001 0101 0100 BCD
Contoh2 : Tentukan bilangan desimal dari bilangan BCD
101001110010111
Jawab:
0101 0011 1001 0111
5 3 9 7
Jadi, bilangan BCD 101001110010111 adalah 5397 desimal.
Penjumlahan Biner
Aturan dasar penjumlahan bilangan biner
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 0 = 1
1 + 1 = 0, simpan 1
Contoh :
Jumlahkan bilangan biner 11001 dengan 11011
Jawab:
11001
+ 11011
110100
Jadi, hasil penjumlahan 11001 dengan 11011 adalah 110100
Pengurangan Biner
Aturan dasar pengurangan bilangan biner
0 –0 = 0
1 –0 = 1
1 –1 = 0
0 –1 = 1, pinjam 1
Contoh : Kurangkan bilangan biner 1111 dengan 0101
Jawab :
1111
0101 -
1010
Jadi, hasil pengurangan 1111 dengan 0101 adalah 1010
Kode Gray
Kode Gray biasanya dipakai pada mechanical encoder. Misalnya pada telegraf.
1. Konversi Biner ke Kode Gray
Terdapat beberapa langkah :
a. Tulis kebawah bilangan biner
b. MSB bilangan biner adalah MSB kode gray
c. Jumlahkan (dengan menggunakan modulo2) bit pertama bilangan biner dengan bit kedua, hasilnya adalah bit kedua kode gray.
d. Ulangi langkah c untuk bit-bit selanjutnya
Contoh : Ubahlah bilangan biner 1001001 kedalam kode gray
Jawab :
Biner Gray Keterangan
1001001
1001001 1 MSB Biner= MSB Gray
1001001 111 modulo2 0 = 1
1001001 1100 modulo2 0 = 0
1001001 11010 modulo2 1 = 1
1001001 110111 modulo2 0 = 1
1001001 1101100 modulo2 0 = 0
1001001 11011010 modulo2 1 = 1
Jadi kode gray dari bilangan biner 1001001 adalah 1101101
Kode Excess-3
Kode excess-3 didapat dengan menjumlahkan nilai desimal dengan 3, selanjutnya diubah ke dalam bilangan biner.
Desimal Biner Excess-3
0 0000 0011
1 0001 0100
2 0010 0101
3 0011 0110
4 0100 0111
5 0101 1000
6 0110 1001
7 0111 1010
8 1000 1011
9 1001 1100
Gerbang Logika
Ada beberapa rangkaian dasar dari logika digital, yaitu gerbang logika. Gerbang logika adalah suatu rangkaian logika dengan suatu keluaran dan satu atau 2 dan juga lebih masukkan. sinyal keluaran hanya terjadi untuk kombinasi-kombinasi sinyal masukkan tertentu.
Gerbang logika dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
- Gerbang logika dasar seperti AND, OR, NOT

- Gerbang Logika Turunan seperti NAND, NOR, X-OR, X NOR

Akhirnya selesai juga ya? Nah..Sekian dulu ya untuk pos kali ini.. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian... Dan semoga kita bisa lebih mengenal apa itu Sistem digital...
Vivat TC!! Vivat ITS!! ^.^
Sumber :
http://bayuzu.blogspot.com/2011/01/pengertian-sistem-digital.html
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/computer-system-s1/sistem-digital
http://ummufaridah.blogspot.com/2010/04/perbedaan-sistem-analog-dan-digital.html
No comments:
Post a Comment